Surat Untukmu

Pada kesempatan ini izinkanlah aku untuk menuliskan sebuah surat untukmu.

Seseorang yang tidak aku kenal, yang mungkin juga tidak mengenaliku. Hanya sebatas tahu.

Pertama-tama aku ingin menyampaikan permintaan maaf padamu. Maaf jika selama ini aku menyukaimu secara diam-diam.

Kamu ingat saat pertama kali kamu hadir dihadapanku? saat itu aku belum menyukaimu.

Namun entah mengapa, seiring berjalannya waktu, rasa itu mulai ada.

Percaya atau tidak, pagiku selalu semangat karena dirimu. Karena hanya setiap pagi itulah aku bisa bertemu denganmu.

Aku bisa mendengar suaramu dan menatap wajahmu dari dekat.

Yang bisa kulihat darimu sejak pertama kali kita bertemu adalah, kamu tidak pernah memperlihatkan senyummu. Mengapa?

Padahal jika kamu mau sedikit saja membagikan senyummu, ku rasa akan lebih baik. Tidak hanya berlaku untukku, namun juga untuk semua orang yang kamu temui.

Kamu tahu betapa senangnya aku setiap melihat dirimu berjalan melewatiku? Pandanganku tak henti-hentinya tertuju hanya padamu.

Aku harap kamu sering-sering ya lewat didepanku, hehe.

Oh iya, belakangan ini aku baru mengetahui namamu. Itu pun diberi tahu oleh temanku.

Sungguh aku sangat senang.

Aku langsung mencari namamu di berbagai media sosial. Instagram, Facebook, Google. Namun sedihnya, aku tak dapat menemukanmu.

Kamu sangat membuatku penasaran.

Tenang saja, aku menyukaimu hanya sebatas suka. Tidak akan lebih. Aku juga tidak berharap agar kamu menyukai aku.

Ngomong-ngomong, kalau aku suka padamu lalu ingin memantaskan diri untukmu tidak apa-apa, kan?

Ya, untuk kebaikan diriku juga, sih. Hehe.

Aku tahu bahwa sampai kapan pun juga kamu tidak akan pernah membaca tulisan ini. 

Tidak apa-apa.

Kalau pun seandainya suatu saat kamu membaca, aku minta maaf ya. Karena aku telah lancang menyukaimu, memperhatikanmu, mencari tahu tentangmu, menuliskanmu.

Ya sudah, mungkin hanya ini yang ingin ku sampaikan kepadamu.

Semoga pagi nanti aku bisa menemuimu lagi. :)

You Might Also Like

0 komentar