Yang Terakhir Tentangnya


DENGAR
Dengar.
Aku mohon kali ini tolong dengarkan aku.
Mungkin ini terakhir kalinya aku menulis tentangmu.
Tentang semua hal yang aku rasakan padamu.
Akan ku coba memberi tahu bagaimana seluruh perasaanku.
Aku bagi tulisan ini dalam beberapa judul.
Kau bisa membacanya jika kau mau.
Aku tidak pernah berani mengungkapkannya langsung padamu.
Karena ku tau pasti kau tak akan mau tau.
Jika suatu saat nanti kamu membacanya.
Aku mohon maafkan aku.
Maaf karena aku telah menuliskan tentangmu.
Maaf karena aku telah menyukaimu.

SUDAHLAH
Sudahlah, tak perlu kau ingat-ingat lagi.
Tak perlu kau sesali.
Dan tak perlu kau tangisi.
Untuk apa?
Hanya membuang waktumu saja.
Kau tidak penting.
Tidak ada artinya.
Sama sekali tidak.
Lagi pula yang kemarin itu..
Anggap saja bukan apa-apa.
Anggap saja tidak pernah terjadi apapun.
Kau dengan dunia kau.
Dia dengan dunia nya.

MEMANG BENAR
Kau bilang aku yang meninggalkanmu?
Ya, memang benar.
Memang aku yang meninggalkanmu.
Aku meninggalkanmu karena kau meninggalkan aku.

KENAPA?
Kau datang lalu kau menghancurkan segalanya.
Kau menghancurkan hatiku.
Kau mematahkan semangatku.
Kau kubur semua mimpiku.
Kenapa tak kau bunuh saja aku?

KAMU SANGAT BERARTI
Bagimu mungkin aku tidak ada artinya.
Tapi kalau kamu mau tau.
Kamu sangat berarti untukku.
Mungkin ini terdengar seperti omong kosong.
Mungkin kamu tidak percaya dengan semua kata-kataku.
Dengan semua tulisanku.
Tapi sungguh.
Tiap kali aku mendengarkan musik, aku selalu teringat tentang kamu.
Tiap kali aku memegang kertas dan pulpen, aku selalu ingin menuliskan tentang kamu.
Tiap kali aku membuka media sosialku, aku selalu ingin tau tentang kamu.
Kamu sangat berarti untukku.

ANGANKU
Saat kau mengatakan itu padaku, sebenarnya aku selalu membayangkan.
Begitu indah hari yang akan ku jalani bersamamu.
Mungkin aku akan mengajakmu ke toko buku.
Minum kopi.
Ya, walaupun aku tau.
Kau tidak menyukai apa yang aku suka.
Mungkin kita akan bercanda.
Tertawa.
Membicarakan banyak hal.
Menyusuri kota.
Memandangi senja.
Duduk bersama.
Hanya kau dan aku.
Namun sayangnya, aku harus mengubur dalam-dalam semua angan itu.
Semua mimpi itu.
Karena sepertinya kau tidak menginginkannya.

AKU TAK MENGERTI
Aku tak pernah mengerti apa ini.
Tak mengerti mengapa aku menyukaimu.
Mengapa aku memikirkanmu.
Mengapa aku mencari tau tentangmu.
Mengapa aku menuliskanmu.
Mengapa aku merindukanmu.
Padahal kau jauh.
Padahal kita berbeda.
Padahal rasanya tak akan mungkin.
Tapi mengapa?
Entahlah.
Aku tak mengerti.

AKU KALAH
Beberapa hari kemarin aku sempat menghapus kontakmu.
Ku kira dengan cara itu aku bisa dengan mudah melupakanmu.
Namun ternyata caraku salah.
Semakin aku ingin melupakan, semakin aku tidak bisa melupakan.
Tidak hanya itu.
Aku menutup semua sosial mediaku hanya untuk pribadi.
Rasanya aku ingin menghilang saja.
Namun aku kalah.
Semakin hari aku semakin ingin tau bagaimana kabarmu.
Setiap hari aku selalu mencari tahu tentangmu.
Di seluruh media sosial yang kau punya.
Sampai akhirnya aku kembali menyimpan kontakmu.
Aku kalah.
Ku kira ini mudah.
Mungkin tak seharusnya aku melupakanmu.
Hanya perlu merelakan.

KABARMU
Kamu tau?
Aku selalu menunggumu memberi sebuah kabar.
Walaupun hanya dalam status Whats App.
Saat aku sudah mendengar kabarmu, aku merasa sangat lega.
Tapi saat aku tak bisa mendengar kabarmu, seharian itu aku merasa tidak tenang.
Gelisah.
Memikirkan kenapa kamu tak memberi kabar.
Di statusmu.
Jadi, bisakah kamu terus membuat status agar aku bisa tau bagaimana kabarmu?

APAKAH KAU AKAN DATANG?
Kau ingat?
Aku pernah bertanya kepadamu.
Apakah kau akan datang?
Kau bilang, iya.
Kau bilang walau kita tidak ada hubungan apa-apa pun kau akan datang.
Sejak itu aku selalu menunggu kau datang.
Aku ingat, terakhir kali kau datang, kau datang secara tiba-tiba.
Kau mau tau bagaimana perasaanku pada saat itu?
Aku sangat senang.
Namun aku malu.
Oleh karena itu aku menghindar darimu.
Ku pikir, kau datang untuk menemui orang lain.
Bukan aku.
Sampai akhirnya aku pulang tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepadamu.
Namun kalau kau ingin tau.
Di sepanjang perjalanan aku sangat bimbang.
Separuh hatiku berkata kalau aku senang.
Separuhnya lagi mengatakan kalau aku sedih.
Bagaimana tidak?
Kau ada disini namun aku tidak bisa mengatakan apa-apa kepadamu.
Lalu..
Apakah kau akan datang lagi?
Apakah kita bisa bertemu lagi?
Adakah kata yang bisa ku ucapkan padamu saat kau datang?
Entahlah.
Satu hal yang pasti adalah, kau pernah mengatakan bahwa suatu saat kau akan datang.
Maka aku akan menunggu sampai saat itu tiba.

You Might Also Like

0 komentar